Ibnu Saefullah

Konverter RKAS: Rapikan Data Mentah ke Spreadsheet Standar

Oktober 31, 2026
Ibnu Saefullah

Musim penyusunan RKAS 2027 sedang berjalan. Di Pohuwato, workshop penyusunan RKAS 2027 se-kabupaten dibuka langsung oleh bupatinya pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan penekanan agar anggaran disusun berbasis kebutuhan nyata sekolah (sumber). Di Sulawesi Selatan, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII mengumpulkan operator ARKAS SMA/SMK/SLB dan swasta Barru–Parepare untuk menyamakan persepsi teknis: anggaran 2027 disusun berbasis data, lewat alur Rapor Pendidikan → RKT → ARKAS (sumber).

Artinya satu: akhir tahun adalah musim RKAS. Dan di sinilah masalah klasik operator muncul — datanya ada di mana-mana, formatnya beda-beda.

Masalahnya: data mentah yang berantakan

Sebelum masuk ARKAS, rancangan belanja biasanya berserakan: salinan tabel dari Excel tahun lalu, catatan dari bendahara, draf dari versi ARKAS lama. Kolomnya tidak seragam — ada yang menulis “Vol”, ada yang “Volume”; angka ditulis “Rp35.000” atau “1.120.000”; sebagian data hanya punya total triwulan, bukan rincian per bulan.

Merapikannya manual satu per satu bisa makan waktu berjam-jam. Dan satu selisih angka saja bisa membuat dokumen tidak cocok dengan ARKAS nantinya.

🔒 Privasi dulu: konverter di bawah ini berjalan 100% di browser Anda (client-side, offline). Tidak ada data yang diunggah ke server mana pun — aman dipakai untuk data sekolah.

Coba langsung di sini: Konverter RKAS

Tempel data mentah Anda, dan konverter akan memetakannya otomatis ke format spreadsheet standar: No, Kode Kegiatan, Kode Rekening, SNP, Uraian, Vol, Satuan, Harga Satuan, Jumlah, kolom Jan–Des, dan Jumlah Akhir — lengkap dengan penanda validasi angka.

Konverter RKAS

Tempel data mentah (hasil copy dari Excel / ARKAS / catatan) → otomatis dipetakan ke format spreadsheet standar RKAS → salin atau unduh hasilnya.

1 · Tempel data mentah

Paste dari Excel paling akurat (tab antar kolom). CSV juga bisa.

Cara pakai (4 langkah)

  1. Salin blok tabel dari Excel/Google Sheets (blokir selnya, lalu copy). Tempel dari Excel paling akurat karena kolom terpisah otomatis. File CSV juga bisa.
  2. Tempel ke kolom “Tempel data mentah” di atas — atau tekan Isi contoh rapi / Isi contoh mentah untuk mencoba dulu tanpa data sendiri.
  3. Periksa pemetaan kolom di langkah 2. Kolom terdeteksi otomatis, tapi kalau salah (misalnya dua kolom angka dianggap “Vol lalu Harga”), betulkan lewat menu dropdown-nya. Data tanpa header pun bisa: kolom teks terpanjang dianggap Uraian, tiga kolom angka ditebak dari pola Vol×Harga≈Jumlah.
  4. Ambil hasilnya: tekan Salin sebagai TSV lalu paste langsung ke Excel/Sheets, atau Unduh CSV (pemisah “;” supaya cocok dengan Excel berbahasa Indonesia).

Yang dikenali konverter

  • Header bernama: Kode Kegiatan, Kode Rekening, Kode SNP, Uraian, Vol/Volume, Satuan, Harga (Satuan), Jumlah/Total, dan kolom bulan (Jan–Des atau Januari–Desember, boleh berawalan “Vol ”/“Jumlah ” seperti “Vol Jan”).
  • “Triwulan I–IV” atau “Tahap I/II” otomatis dibagi rata ke bulan-bulannya.
  • Gaya ARKAS lebar: 24 kolom Vol–Jumlah berurutan dianggap Januari sampai Desember.
  • Angka Indonesia terbaca: “Rp35.000”, “1.120.000”, “1,5”.

Hasilnya ditandai: kuning = periksa (misalnya Vol×Harga tidak sama dengan Jumlah, atau kolom bulan hanya estimasi rata), merah = selisih angka yang harus dibetulkan.

Satu hal penting: estimasi rata 12 bulan

Kalau data Anda tidak punya kolom bulan, konverter membagi jumlahnya rata ke 12 bulan dan menandainya “estimasi rata”. Itu pengisi sementara — ganti dengan alokasi bulanan sebenarnya sebelum dokumen dipakai resmi. Jangan sampai angka estimasi lolos ke dokumen final.

Cek juknis BOSP sebelum final (cek manual)

Konverter memeriksa konsistensi angka. Untuk batas juknis, lakukan cek manual memakai acuan resmi:

  • Belanja honor/pegawai: maksimal 20% dari total BOS reguler untuk sekolah negeri, 40% untuk sekolah swasta.
  • Belanja buku: minimal 10% dari BOS reguler.

Acuannya: Permendikdasmen No. 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis BOSP (berlaku 6 Februari 2026, menggantikan No. 8 Tahun 2025 — ambang batasnya tidak berubah). Cara ceknya sederhana: jumlahkan semua baris belanja honor, bagi dengan total anggaran, bandingkan dengan batasnya; begitu juga untuk belanja buku.

Catatan jujur: cek batas juknis otomatis di dalam konverter masih dalam antrean — menunggu hasil uji prototipe ini dengan data RKAS asli. Sampai saat itu, lakukan ceknya manual seperti di atas.

Baca juga

Artikel ini membuka rangkaian musim perencanaan di blog ini. Berikutnya: PRA-ARKAS: Simulasi Perencanaan Dana BOS Sebelum Masuk Aplikasi Resmi (1 Desember) dan ReferensKu: Database Harga Barang dan Jasa untuk Penyusunan RKAS (1 Januari).

Over ke Anda

Sudah coba konverternya? Tulis di kolom komentar: data seperti apa yang paling sering bikin Anda repot saat menyusun RKAS — masukannya saya pakai untuk perbaikan konverter berikutnya.

Komentar Pembaca