Setiap pagi, sebelum bel sekolah berbunyi, ada satu orang yang sudah duduk di depan komputer di ruang tata usaha. Bukan kepala sekolah, bukan guru piket. Operator sekolah.
Saya sudah menjalani pekerjaan ini sejak 2019. Dan setelah bertahun-tahun, saya sampai pada satu kesimpulan: operator sekolah adalah profesi tak terlihat — pekerjaannya baru disadari orang ketika ada yang salah.
Ketika angka menjadi nasib
Bagi kebanyakan orang, Dapodik hanyalah sebuah aplikasi. Bagi operator, Dapodik adalah jantung administrasi sekolah. Satu digit NISN yang salah ketik, satu tanggal lahir yang keliru, satu rombel yang tidak sinkron — akibatnya bisa berantai: data tidak valid, bantuan tidak cair, laporan tertolak.
Setiap periode sinkronisasi tiba, operator bekerja dengan ketegangan yang tidak terlihat. Tombol "sinkron" diklik dengan doa — karena setelah data terkirim ke server pusat, tidak ada tombol "batal".
Arsitek yang tidak pernah dipotret
Upacara bendera memotret pembina upacara. Rapor memotret wali kelas. Tapi siapa yang memastikan data 300 siswa valid sebelum rapor dicetak? Siapa yang menyiapkan daftar hadir ujian, kartu peserta, dan denah duduk? Operator — yang namanya tidak tercantum di dokumen mana pun yang ia siapkan.
Kami terbiasa dengan itu. Kepuasan operator bukan tepuk tangan, melainkan satu baris status hijau: "sinkronisasi berhasil".
Dari kejenuhan lahir karya
Pekerjaan yang repetitif inilah yang justru melahirkan semua aplikasi yang saya tulis di blog ini. DapoSplitter lahir karena saya lelah memecah file Excel Dapodik secara manual untuk setiap wali kelas. CAKRA lahir karena rekap nilai Kurikulum Merdeka memakan waktu berhari-hari. BERES lahir karena arsip sekolah menumpuk tanpa sistem.
Setiap aplikasi adalah protes kecil saya terhadap pekerjaan yang seharusnya bisa lebih sederhana.
Penutup: untuk sesama operator
Jika Anda juga operator sekolah yang membaca ini sambil menunggu proses sinkronisasi selesai — salam hormat dari sesama pejuang data. Pekerjaan kita mungkin tak terlihat, tapi pendidikan di negeri ini berdiri di atas angka-angka yang kita jaga setiap hari.
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar: momen paling menegangkan apa yang pernah Anda alami saat sinkronisasi Dapodik?